Kamis, 09 Oktober 2014

Apakah sebenarnya komet dan meteor itu ?


Sama dengan gerhana matahari dan gerhana bulan, komet juga fenomena yang tiba-tiba muncul. Tetapi, komet sering dianggap sebagai pertanda buruk sejak dulu. Di timur, komet dianggap sebagai benda yang mengumpulkan kekuatan Bulan untuk melawan Matahari sehingga menjadi pertanda bencana. Di barat, Aristoteles, menyebutkan bahwa “komet adalah fenomena yang terjadi di atmosfer” sehingga banyak orang mempercayainya untuk waktu yang lama.
                Lalu, sebenarnya apakah komet yang tiba-tiba muncul di langit malam dan melintas dengan ekor cahaya panjang itu ?
                Komet adalah salah satu penghuni tata surya, sama seperti bumi dan planet lain. Intinya dari komet diumpamakan dengan gumpalan salju yang kotor, karena inti dalamnya berupa bongkahan es tercampur batu dan debu. Ukuran komet sangat bervariasi, mulai dari diameter puluhan meter sampai puluhan kilometer. Komet juga sama seperti Bulan dan Bumi, tidak bisa bercahaya sendiri. Bongkahan es, tubuh intinya, tidak bisa menghasilkan cahaya. Tetapi, komet terlihat seperti bercahaya karena ekor yang keluar dari tubuh inti komet terdiri dari debu, potongan metal, dan gas ion. Zat-zat itu terpecah dengan ukuran yang paling kecil. Ekornya juga tidak bercahaya. Tetapi, karena angin matahari dan tekanan matahari, ekor itu memanjang berlawanan arah matahari, dan memantulkan cahaya matahari, sehingga ekornya terlihat seperti bersinar. Angin matahari adalah bongkahan energy. Ketika terjadi ledakan dipermukaaan matahari, energy dari matahari mengalir, dan aliran itulah yang disebut angin matahari.
                Komet tidak lewat begitu saja. Komet merupakan bagian dari tata surya karena komet mengintari tata surya. Komet melesat menuju matahari dengan kecepatan tinggi dan terbang kembali kea rah berlawanan. Komet yang berputar di orbit awal dalam tata surya dibagi menurut periode berputarnya :
1.       Komet periode panjang : Komet yang perputarannya lama sekali, biasanya antara 200 sampai ribuan tahun. Semakin panjang periode berputarnya, orbit komet semakin memanjang.
2.       Komet periode pendek : Komet yang periode putarnya kurang dari 200 tahun. Komet Halley yang paling terkenal memiliki periode berputar 75-76 tahun. Komet ini mengelilingi matahari dan bagian luar Neptunus. Komet Enke yang sangat pendek periode berputarnya, kira-kira 3,3 tahun, orbitnya tidak lepas dari Jupiter. Komet periode pendek dibagi dua, yaitu komet Halley yang periode putarnya lebih dari 20 tahun dan tipe komet Enke yang periode putarnya kurang dari 20 tahun.
3.       Komet tanpa periode : Komet yang memiliki orbit parabola, bukan oval, sehingga sekali mengitari matahari, komet itu tidak akan kembali lagi ke tata surya.
Ketika komet melintasi bumi, debu yang tertumpah dari ekor terisap ke bumi oleh gravitasi. Ketika melewati atmosfer, debu ini bertabrakan dengan udara dan menghilang sembari mengeluarkan cahaya. Kita menyebut itu meteor. Biasanya sebagian besar komet menjatuhkan banyak potongan sekaligus. Meteor yang jumlahnya sangat banyak itu berjatuhan seperti hujan sehingga disebut “hujan meteor”. Hujan meteor menyebar dengan sati titik pusat di langit, dan tergantung lokasinya. Nama hujan meteor juga berbeda-beda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar