1.
Air bewarna biru tidak dikarenakan
hanya refleksi dari langit
Umumnya banyak orang percaya jika danau dan laut berwarna biru hanya karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya, biru yang ada di air itu karena mereka benar-benar biru.
Molekul air menyerap cahaya, lalu menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan dengan frekuensi biru. Akibatnya, frekuensi biru tampak dipermukaan dan benar-benar terlihat biru. Efeknya kecil. Jadi, warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat kita mengamati lapisan yang cukup padat atau dalam. Sedangkan, di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.
Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan. Tetapi, hal itu hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10°.
Umumnya banyak orang percaya jika danau dan laut berwarna biru hanya karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya, biru yang ada di air itu karena mereka benar-benar biru.
Molekul air menyerap cahaya, lalu menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan dengan frekuensi biru. Akibatnya, frekuensi biru tampak dipermukaan dan benar-benar terlihat biru. Efeknya kecil. Jadi, warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat kita mengamati lapisan yang cukup padat atau dalam. Sedangkan, di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.
Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan. Tetapi, hal itu hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10°.
2.
Elektrik/listrik tidak bergerak pada kecepatan
cahaya
Buku-buku pelajaran kebanyakan mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya. Faktanya, energi dari elektriklah yang mengalir secara cepat. Hal itu menunjukkan kecepatannya tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya. Elektron yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa sentimeter per jam. Tepatnya, di tempat arus elektrik itu dapat terlihat. Misalnya di dalam electrophoresis, peregerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.
Meteor tidak panas ketika mendarat di BumiBuku-buku pelajaran kebanyakan mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya. Faktanya, energi dari elektriklah yang mengalir secara cepat. Hal itu menunjukkan kecepatannya tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya. Elektron yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa sentimeter per jam. Tepatnya, di tempat arus elektrik itu dapat terlihat. Misalnya di dalam electrophoresis, peregerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.
Ketika meteor mendarat di Bumi, biasanya meteor tersebut tidak panas seperti kebanyakan meteor di film-film Hollywood. Meteor akan terasa hangat.
Kecepatan meteor cukup untuk melumerkan permukaan terluarnya. Tetapi, material yang lumer dengan cepat akan terpisah. Lalu, interior dari meteor tidak mempunyai waktu untuk memanas. Sebab, batu merupakan konduktor panas yang buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar