Kamis, 09 Oktober 2014

Bagaimana kita tertidur ?


Kita mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal-hal yang terjadi pada waktu tidur. Tubuh kita tiada kegiatan, kita hilang kesadaran dan kita tak memberikan tanggapan terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita.
                Kita juga telah mendapatkan pengetahuan yang banyak tentang hal hal-hal yang tejadi dalam tubuh kita sewaktu kita tidur. Kita tahu bagaimana otot-otot kita mengedor, bagaimana proses-proses penting tertentu tetap berlangsung, apa yang terjadi dengan pertukaran zat dalam tubuh kita, suhu kita dan sebagainya.
                Akan tetapi bagaimanakah kita jatuh tertidur ? Apa sesungguhnya yang terjadi, yang memungkinkan kita jatuh tertidur ? Sungguh ganjil sekali, bahwa yang dapat kita katakan adalah paling-paling, bahwa mengenai hal ini telah banyak teori-teori dikemukakan orang. Hingga kini orang belum mampu untuk membuktikan apakah teori-teori itu benar atau salah.
                Pada suatu saat misalnya, ada suatu pendapat bahwa kita jath tertidur, bilamana darah di dalam tubuh kita itu mengalir pindah dari atau ke dalam sesuatu bagian badan yang penting. Setidak-tidaknya teori ini kini tidak ada penganutnya lagi, karena kita tahu bahwa tiada perpindahan darah semacam itu yang terjadi.
                Suatu teori lain yang kini tiada penganut lagi adalah bahwa sesungguhnya rantai sel-sel syaraf di dalam tubuh kita, yang berlaku sebagai jalan lalulintas di dalam susunan syaraf kita terputus dan karenanya kita jatuh tertidur.
                Suatu kemungkinan adalah bahwa pulsa-pulsa ke otak kita ditutup oleh tubuh kita dan bahwa sebagai akibatnya kita tidak lagi dalam “keadaan bangun”. Mengenai jatuh tertidur itu beberapa teori bahkan mengatakan bahwa jatuh tertidur itu adalah suatu naluri yang positif. Artinya adalah bahwa jatuh tertidur itu tidak merupakan sekedar dihentikannya keadaan bangun, akan tetapi merupakan suatu proses yang positif, yang dipergunakan oleh tubuh secara naluri untuk menidurkan dirinya sendiri.
                Ada pula sekelompok teori-teori kimiawi mengenai jatuh tertidur itu. Teori-teori itu mengemukakan bahwa suatu zat, yang diperlukan oleh tubuh untuk tetap ada dalam keadaan bangun telah habis terpakai, dan karenanya kita jatuh tertidur dan selama kita tidur itu zat itu ditambah lagi persediaannya. Atau bahwa zat-zat beracun tertentu terhimpunlah pada waktu anda dalam keadaan bangun dan bahwa zat-zat inilah yang menyebabkan kita jatuh tertidur.
                Nah di sini kita masih tetap mempunyai suatu rahasia mengenai salah satu perbuatan yang paling lazim dan paling penting yang kita lakukan. Tampaknya seakan-akan tunuh kita mengetahui bahwa kita memerlukan tidur untuk mengembalikan bagian-bagian tubuh kita yang lelah, karenanya dengan sesuatu cara mengusahakan agar kita jatuh tertidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar