1.
Tabrakan antar-galaksi
Peristiwa tabrakan antar-galaksi telah terjadi 32 juta tahun yang lalu. Hal ini disebabkan cahaya yang terlihat akibat kejadian tersebut membutuhkan waktu 32 juta tahun untuk sampai ke bumi. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa saat dua galaksi tersebut bertabrakan dan membentuk galaksi yang lebih besar, awan gas dan debu pun bertaburan. Selanjutnya, akan memicu terbentuknya lebih banyak bintang.
Peristiwa tabrakan antar-galaksi telah terjadi 32 juta tahun yang lalu. Hal ini disebabkan cahaya yang terlihat akibat kejadian tersebut membutuhkan waktu 32 juta tahun untuk sampai ke bumi. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa saat dua galaksi tersebut bertabrakan dan membentuk galaksi yang lebih besar, awan gas dan debu pun bertaburan. Selanjutnya, akan memicu terbentuknya lebih banyak bintang.
2.
Quasar
Quasar terlihat bersinar di tepian alam semesta. Benda tersebut melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Boleh jadi, quasar merupakan black hole yang sangat besar di dalam jantung galaksi terjauh.
Di samping itu, quasar juga memancarkan geombang radio. Bahkan, hampir semua ahli berpendapat bahwa quasar menempati hukum pergeseran merah yang mengendalikan alam semesta. Akan tetapi, hingga kini jawabannya masih belum ditemukan.
Quasar terlihat bersinar di tepian alam semesta. Benda tersebut melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Boleh jadi, quasar merupakan black hole yang sangat besar di dalam jantung galaksi terjauh.
Di samping itu, quasar juga memancarkan geombang radio. Bahkan, hampir semua ahli berpendapat bahwa quasar menempati hukum pergeseran merah yang mengendalikan alam semesta. Akan tetapi, hingga kini jawabannya masih belum ditemukan.
3.
Materi gelap
Materi gelap, menurut para ilmuwan adalah suatu jenis objek di alam semesta yang tidak dapat berinteraksi dengan jenis radiasi apa pun, tidak memancarkan, dan tidak menyerap radiasi. Oleh sebab itu, objek tersebut tidak dapat dilihat ataupun dideteksi meski menggunakan gelombang electromagnet.
Materi gelap, menurut para ilmuwan adalah suatu jenis objek di alam semesta yang tidak dapat berinteraksi dengan jenis radiasi apa pun, tidak memancarkan, dan tidak menyerap radiasi. Oleh sebab itu, objek tersebut tidak dapat dilihat ataupun dideteksi meski menggunakan gelombang electromagnet.
4.
Gelombang gravitasi
Teori relativitas Albert Einstein menyatakan bahwa gelombang gravitasi merupakan sisa-sisa dari ruang dan waktu yang ditimbulkan oleh ledakan di angkasa luar, seperti tabrakan antar-black hole (lubang hitam) dan supernova (bintan meledak). Gelombang tersebut menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga hanya teknologi modern yang diharapkan para ilmuwan mampu mendeteksinya secara langsung.
Teori relativitas Albert Einstein menyatakan bahwa gelombang gravitasi merupakan sisa-sisa dari ruang dan waktu yang ditimbulkan oleh ledakan di angkasa luar, seperti tabrakan antar-black hole (lubang hitam) dan supernova (bintan meledak). Gelombang tersebut menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga hanya teknologi modern yang diharapkan para ilmuwan mampu mendeteksinya secara langsung.
5.
Energi vakum
Dalam ilmu fisika, dijelaskan bahwa kuantum adalah kebalikan dari penampakan. Sedangkan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomic virtual yang secara konstan diciptakan lalu dihancurkan.
Berdasarkan teori relativitas umum, partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Namun, sampai saat ini belum ada yang mampu membuktikan penyebab ekspansi alam semesta tersebut.
Dalam ilmu fisika, dijelaskan bahwa kuantum adalah kebalikan dari penampakan. Sedangkan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomic virtual yang secara konstan diciptakan lalu dihancurkan.
Berdasarkan teori relativitas umum, partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Namun, sampai saat ini belum ada yang mampu membuktikan penyebab ekspansi alam semesta tersebut.
6.
Lubang hitam mini
Beberapa ilmuwan Rusia menganggap bahwa beberapa kejadian misterius di atas Bumi berkaitan dengan lunbang hitam mni, misalnya terjadinya letusan gunung berapi. Bahkan, mereka menduga bahwa lubang hitam mini tersebar di tata surya dengan masing-masing ukuran sebesar inti atomic.
Lubang hitam mini tersebut merupakan sisa peninggalan big bang. Dengan begitu, akan mempengaruhi ruang dan waktu degan cara yang berbeda pula.
Beberapa ilmuwan Rusia menganggap bahwa beberapa kejadian misterius di atas Bumi berkaitan dengan lunbang hitam mni, misalnya terjadinya letusan gunung berapi. Bahkan, mereka menduga bahwa lubang hitam mini tersebar di tata surya dengan masing-masing ukuran sebesar inti atomic.
Lubang hitam mini tersebut merupakan sisa peninggalan big bang. Dengan begitu, akan mempengaruhi ruang dan waktu degan cara yang berbeda pula.
7.
Radiasi kosmik
Radiasi kosmik dideteksi pada tahun 1960-an sebagai gangguan yang terlihat menyebar di seluruh penjuru alam semesta. Radiasi tersebut merupakan sisa radiasi yang terjadi saat big bang mulai membentuk alam semesta. Oleh sebab itu, ia dianggap sebagai bukti kuat kebenaran teori big bang. Namun, hingga saat ini teori tentang radiasi tersebut belum mampu dijelaskan secara sempurna.
Radiasi kosmik dideteksi pada tahun 1960-an sebagai gangguan yang terlihat menyebar di seluruh penjuru alam semesta. Radiasi tersebut merupakan sisa radiasi yang terjadi saat big bang mulai membentuk alam semesta. Oleh sebab itu, ia dianggap sebagai bukti kuat kebenaran teori big bang. Namun, hingga saat ini teori tentang radiasi tersebut belum mampu dijelaskan secara sempurna.
8.
Antimateri
Antimateri merupakan materi yang terdiri atas antipartikel dari partikel yang menyusun materi biasa. Jadi, ketika mereka bertabrakan satu sama lain, keduanya akan saling memusnahkan. Hal itu berarti, keduanya diubah menjadi partikel-partikel yang lain dengan energi yang sama menurut persamaan Einstein E=mc2. Antimateri tersebut tidak ditemukan secara alami di bumi, kecuali hanya dalam waktu sangat singkat dan dalam jumlah sangat sedikit.
Antimateri merupakan materi yang terdiri atas antipartikel dari partikel yang menyusun materi biasa. Jadi, ketika mereka bertabrakan satu sama lain, keduanya akan saling memusnahkan. Hal itu berarti, keduanya diubah menjadi partikel-partikel yang lain dengan energi yang sama menurut persamaan Einstein E=mc2. Antimateri tersebut tidak ditemukan secara alami di bumi, kecuali hanya dalam waktu sangat singkat dan dalam jumlah sangat sedikit.
9.
Neutrino
Neutrino adalah partikel dasar yang tidak bermassa dan tidak bermuatan yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa detektor telah diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai upaya untuk mendeteksi keberadaan Neutrino tersebut.
Ekstrasolar planetNeutrino adalah partikel dasar yang tidak bermassa dan tidak bermuatan yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa detektor telah diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai upaya untuk mendeteksi keberadaan Neutrino tersebut.
Para astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar palnet yang berada di luar tata surya. Hanya, pencariannya tersebut sepertinya belum membuahkan hasil. Menurut mereka, dibutuhkan teknologi modern untuk menemukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar